To Understand Life,

more than what we did…

To Make it Real and Accepted…

It is a way to grow up,

and make a deep mean of what we’ve done in life…

FTIR room PSB

251110    12:18

Category: dr.shy  Leave a Comment

Biochemist’s News

Mencegah sel tumor ganas

Mencegah sel tumor ganasPara ilmuwan di Amerika Serikat telah mengembangkan suatu cara untuk melacak dan menghancurkan sel tumor dalam darah. Sel – sel yang dilepaskan dari tumor utama dapat mensirkulasikan pada aliran darah dan akhirnya berdiam diri pada daerah lain di tubuh. Hal ini menyebarkan penyakit yang menyebabkan kanker metastatis, yang mana merupakan penyebab utama kematian diantara para pasien kanker yang kelihatannya sudah berhasil disembuhkan. Sekarang Chang Lu dari Universitas Purdue, West Lafayette, Amerika Serikat, telah menggunakan suatu teknik yang disebut electroporation yang secara selektif membersihkan sirkulasi sel – sel tumor tersebut dari darah.


Pada electroporation, suatu medan listrik didalam diaplikasikan pada suatu sel, yang menciptakan sejumlah lubang – lubang nanoskala pada sel membran. Lubang – lubang tersebut, atau pori – pori, mengijinkan benda – benda asing, seperti obat – obatan, untuk masuk ke dalam sel dan pada akhirnya dapat mengarahkan pada sel mati. Tim dari Lu membawa sel – sel tersebut melalui suatu saluran microfluidic dan menemukan bahwa sel tumor secara substansial lebih rentan untuk rusak oleh electoporation ketimbang sel darah merah atau putih yang sehat.

Suatu teknik aliran melalui electroporation memelajari perbedaan respon dari sel – sel darah dan sel – sel tumor pada medan listrik. Lu mengatakan bahwa kesedarhanaan dan kecepatan dalam menyembuhkan sel – sel tersebut adalah suatu metode yang atraktif. ‘Kita mengidam – idamkan bahwa teknik kami dapat diaplikasikan untuk memusnahkan sel – sel tumor sisa di dalam darah setelah pemindahan tumor utamanya. Praktek ini secara potensial akan menurunkan metastasis yang berkaitan dengan kematian,’ tambahnya.

Tilak Jain, seorang ahli electroporation pada Scripps Research Institute, La Jolla, Amerika Serikat, menemukan bahwa pekerjaan ini adalah inovatif dan menggembirakan, dengan mengatakan ‘dengan dikombinasikan dengan keberadaan kemoterapi, hal ini dapat memberikan suatu kekuatan serangan ganda dalam menyerang dual sirkulasi sel – sel.’Lu dan para koleganya sekarang sedang mengalihkan perhatian mereka untuk membuktikan nilai klinis dari teknik mereka, khususnya mempertahankan kelangsungan hidup sel – sel darah putih dalam prosesnya.

Biochemist’s News

Mantel yang cerdik dari virus Ebola

Mantel yang cerdik dari virus EbolaBiologi Struktural: Protein yang menyembunyikan viral RNA mencegah pendeteksian sistem kekebalan tubuh dari virus yang mematikan

Carmen Drahl

Ebola, RNA, VP35

Struktur sinar X dari dua salinan virus protein Ebola di Zaire (hijau, biru) membentengi viral RNA (merah muda).

Suatu pandangan molekular baru menyibak tabir bagaimana virus Ebola mengindari pengenalan oleh sistem kekebalan tubuh: Ini menggunakan suatu mekanisme pemantelan untuk menyamarkan tanda pembuka rahasia dari penginvasiannya (Nat. Struc. Mol. Biol., DOI: 10.1038/nsmb.1765). Temuan ini dapat mengarahkan pada penyembuhan demam hemorrhagic Ebola, penyakit berbahaya dan seringkali fatal yang diiringi dengan infeksi virus tersebut.

Ebola merupakan suatu agen penular yang cerdik dimana tidak ada obat penyembuhnya, jelas Gaya K. Amarasinghe, seorang biochemist pada Iowa State University. Virus tersebut meninggalkan kartu identitas pada beberapa sel selama infeksi: untaian ganda RNA – nya. Umumnya, RNA tersebut dapat memicu sistem kekebalan manusia. Namun virus ini membuat protein yang dinamakan VP35 yang membuat RNA, selanjutnya mementahkan respon kekebalan.
Untuk memelajari lebih lanjut mengenai bagaimana penyamaran ini bekerja, Amarasinghe, seorang virologist dari Christopher F. Basler of Mount Sinai School of Medicine, dan beberapa koleganya menentukan struktur kristal sinar X dari untaian ganda RNA Ebola mengikat pada VP35 dari spesies virus di Zaire yang mematikan. Mereka menemukan bahwa berbagai macam salinan VP35 merakit mantel RNA. Satu salinan menggunakan kantong asam amino hydrophobic untuk mngenali tulang belakang RNA dan menutup untaian ganda RNA paling belakang. Salinan ynag lainnya mengikat tulang belakang melalui suatu jalur asam amino dasar. Perubahan pada dua dari residu dasar tersebut cukup untuk memusnahkan penyakit penyebab kemampuannya virus pada babi guinea, yang ditemukan tim tersebut baru – baru ini (J. Virol., DOI: 10.1128/JVI.02459-09).
Pada bulan lalu, sebuah tim yang dipimpin oleh biologist struktural yaitu Erica Ollmann Saphire dari Scripps Research Institute mendeteksi pengikatan VP35-RNA tidak biasa yang sama pada spesies Ebola yang sedikit patogenik (Proc. Natl. Acad. Sci. USA, DOI: 10.1073/pnas.0910547107). Hal ini memberi kepuasan bahwa beberapa strukturdari spesies berbeda, yang diperoleh dibawah kondisi berbeda, menunjukkan mekanisme tidak ortodok yang sama, kata Ollmann Saphire. “Tentu saja, jika anda melihat pada suatu virus tidak biasa, anda akan terikat untuk menemukan sesuatu yang tidak biasa,” tambahnya.
Disamping memelajari bagaimana virus bekerja, tim ini berharap bahwa pandangan struktural akan mengisinya dengan usaha penemuan obat molekul kecil untuk Ebola, yang akhir – akhir ini ketinggalan dibelakang pengembangan vaksin, kata Basler.

Biochemist’s News

Menghentikan epilepsi dengan mempelajari synapsis

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah memproduksi suatu sistem microfluidic yang dapat digunakan untuk memelajari perkembangan epilepsi. Otak manusi merupakan organ komplek yang penuh dengan koneksi synaptic

yang berkomunikasi dengan menggunakan serat fiber panjang yang disebut akson. Pemahaman proses ini yang mengarahkan pada perkembagan sirkuit synaptic tersebut dapat memeberikan wawasan kedalam penyakit sistem saraf.

Beberapa pendekatan in vivo telah digunakan untuk memelajari koneksi tersebut namun mengalami keterbatasan mengenai manipulasi selektif dan terkontrol dari porsi jaringan yang tergambar dengan jelas. Ini mengarahkan Kevin Staley dan timnya pada Harvard Medical School, Cambridge, untuk mengembangkan suatu platform in vitro microfluidic untuk memelajari bagaimana koneksi tersebut dibuat dan bagaimana mereka terpengaruh oleh obat – obatan.
Alat ini memungkinkan irisan otak dikulturkan secara terpisah, tetapi mikrocaluran kecil memungkinkan akson untuk tumbuh dan menghubungkan irisan yang terpisah. Ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengekspos irisan – irisan tersebut bagi obat – obatan yang berbeda untuk melihat apa yang terjadi pada koneksi tersebut. Yevgeny Berdichevsky, yang bekerja dalam tim dengan Staley, menjelaskan bahwa ‘Kita memutuskan untuk menggunakan microfluidic karena teknologi ini memungkinkan kita untuk menciptakan saluran akson yang berukuran mikro dan membatasi obat – obatan untuk menyesuaikan dengan ruangan pada chip kultur.’
Dengan memungkinkan pertumbuhan dan fungsi koneksi neuronal untuk mudah diteliti dan dimanupulasi, tim ini mengatakan mereka mungkin mendapatkan pemahaman yang besar mengenai tumbuh kembangnya akson dan formasi synapse, yang relevan terhadap sejumlah penyakit, dari epilepsi hingga kerusakan otak.
Richard Miles, yang bekerja pada mekanisme epilepsi pada Pierre and Marie Curie University, Paris, Perancis mengatakan bahwa dia gembira dengan pekerjaan ini, karena ini dapat digunakan untuk memelajari bagaimana koneksi synaptic dapat dibuat dan unutk mengisolasi bagian dan melihat bagaimana mereka merespon pada obat – obatan tersebut. ‘Ini benar – benar usaha yang bagus dan dapat bkerja dalam seluruh bidang,’ komentarnya.
Kelompok Staley sekarang bermaksud untuk menggunakan alat ini untuk memahami proses yang terlibat dalam konektifitas yang berlebihan, yang dianggap sebagai penyebab epilepsi, dan berharap untuk menemukan obat – obatan yang dapat menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit ini.